Kebaya Puteri Indonesia Karyanya Disensor, Intan Avantie Tak Kapok Berkarya

Model Kebaya Modern karya intan avantie yang timbul di malam final pemilihan puteri indonesia (ppi) 2016 terkena sensor saat kegiatan itu ditayangkan ulang, minggu (21/2/2016). kendati begitu, intan membenarkan, penyensoran itu tidak akan membatasinya dalam berkarya.

Kebaya Puteri Indonesia Karyanya Disensor, Intan Avantie Tak Kapok Berkarya

dalam ppi 2016, intan dimohon untuk merancang kebaya bernuansa glamor untuk 5 besar finalis. pada rancangannya, gadis desainer anne avantie itu memperkenalkan kebaya dengan paduan songket palembang sebagai rok, senada dengan tema kegiatan tahun ini yang bernuansa sumatera selatan.

sensor berbentuk pemburaman juga menghiasi penggalan dada dan belahan rok depan. tak cuma itu, kebaya hitam karya anne avantie yang membaluti badan pemandu kegiatan, puteri indonesia 2011 maria selena, juga tidak luput dari sensor.

terpaut penyensoran tersebut, intan sebetulnya tidak merasa keberatan. tetapi ia menegaskan, sepatutnya karyanya dilihat sebagai sebuah karya seni. ” karya seni itu tak memiliki batas. jadi vulgar ataupun tidak, tergantung gimana kacamata tiap individu yang memandangnya, ” ungkap intan kepada wolipop, kamis (25/2/2016).

sebagai seorang desainer indonesia, intan mengerti batas vulgar yang berlaku setimpal budaya indonesia. tetapi ada hal – hal yang sering – kali terjalin di luar dugaannya sampai – sampai membuat rancangannya nampak melebihi batas.

ia menerangkan, seluruh busana dirancang dengan kondisi tidak ketahui siapa yang bakal memanfaatkannya. ” seluruh sesuatu serba – serbi surprise. kami tidak ketahui siapa yang bakal masuk 5 ataupun 3 besar, ” ucapnya.

ia mencontohkan kebaya yang dipakai kezia roslin cikita warouw, pemenang puteri indonesia 2016. ” belahan roknya terkesan sangat terbuka. ini karna rok itu sangat kecil. ditambah kezia besar sekali sampai 183 centimeter. sedangkan kami mempersiapkan rok di besar 176 centimeter. jadi, susah diprediksi, ” ungkap ia.

tetapi berdasarkan pengalaman intan sebagai desainer busana ppi sepanjang 7 tahun berturut – turut, ia belum pernah menerima keluhan terpaut busana rancangannya. dari pihak penyelenggara juga tidak menghalangi. bagi intan, warga sudah cukup bijak dalam memandang sebuah karya dari sudut pandang yang artistik. ” masih beberapa hal lain yang jauh lebih layak untuk disensor, ” tambahnya.

yang tentu, sensor tersebut tidak membuat intan kapok untuk berkarya. ” sensor ini amat sangat tidak mempengaruhi untuk aku yang berkarya dengan tulus. hasrat kami hanya berekspresi, ” tegas intan.

Be the first to comment on "Kebaya Puteri Indonesia Karyanya Disensor, Intan Avantie Tak Kapok Berkarya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*